SINOPSIS

IQRO – MY UNIVERSE

Aqilla memiliki cita-cita untuk menjadi Astronot, Opanya yang seorang  Astronom adalah orang yang sangat dia kagumi. Aqilla banyak belajar dan  bertanya pada Opa, yang saat ini menjabat di Planetarium Jakarta. Hampir  setiap hari Aqilla mendatangi Opa di Planetarium untuk berbincang dan  ‘curhat’ karena Mamanya baru melahirkan seorang adik untuk Aqilla sehingga  waktu Mama dan Papa banyak tersita untuk mengurus adiknya.

Hobi Aqilla dalam hal angkasa luar membuatnya bersaing dengan June,  teman sekolahnya, seorang murid pindahan dari Inggris yang juga memiliki minat yang sama, sampai akhirnya mereka berkompetisi untuk membuat Vlog  (video blog) tentang orang-orang yang berjasa/berkecimpung di dunia ilmu pengetahuan khususnya angkasa luar dengan hadiah berkunjung ke Pusat Pelatihan Astronot.

Tentu saya Aqilla langsung terpikir untuk mengangkat Opa yang dikaguminya  dalam Vlog yang akan dia ajukan untuk kompetisi, tapi tanpa sepengetahuan Aqilla, Opa telah memutuskan untuk menerima permintaan ke Inggris untuk membantu sebuah penelitian di sana.  Seluruh keluarga sengaja merahasiakan ke Aqilla karena tahu Aqilla pasti tidak bisa menerima kepergian Opa. Begitu kecewanya Aqilla ketika tahu Opa  memilih berangkat ke Inggris tanpa sepengetahuannya.

Ramadhan pun datang…

Opa harus menghadapi puasa di Inggris yang cukup berat karena panjangnya waktu puasa. Oma belum bisa berangkat menemaninya, sehingga Opa harus menyiapkan makanan sahur dan berbuka sendiri, dalam udara dingin namun tetap menjalankan Ibadah dengan sebaik-baiknya. Ketika sebuah isu tentang sampah antariksa muncul dan Indonesia membutuhkannya kembali ke negaranya, Opa harus membuat sebuah keputusan yang terbaik untuk diri, keluarga dan negaranya.

Kak Raudhah, guru mengaji Aqilla yang sudah tinggal di Jakarta memberikan sebuah buku kepada Aqilla tentang Ibu Tsurayya, seorang Astronot Indonesia yang sedang melakukan penelitian tanaman untuk dikirim ke ruang angkasa.  Aqilla langsung tertarik dengan Ibu Tsurayya dan berusaha keras untuk  bertemu dengan Ibu Tsurayya sekaligus memintanya untuk menjadi bagian dari Vlog yang akan diikutsertakan dalam kompetisi. Awalnya Bu Tsurayya menolak tapi karena kegigihan Aqilla, dia pun bersedia.

Fauzi teman Aqilla di Lembang sedang berupaya untuk bisa mendapatkan beasiswa di sebuah Pesantren di Jakarta, sementara ayah Fauzi, Bang Codet yang berusaha mencari kerja di Jakarta malah terseret dalam sebuah rencana pencurian.

Bagaimanakah Aqilla, Opa, Fauzi dan Bang Codet menghadapi situasi bimbang yang mengharuskan mereka untuk memilih jalan yang harus ditempuh? Apakah Aqilla berhasil memenangkan kompetisi dan berangkat ke Inggis? Pada akhirnya mereka harus mengikuti hati nurani mereka, dalam menjawab: apakah keputusan yang diambil adalah yang terbaik bagi diri sendiri dan orang lain?

Allah SWT membolehkan setiap manusia untuk mempunyai mimpi setinggi langit tapi harus tetap ingat dari mana manusia berasal. Seperti mimpi Aqilla untuk tinggal di planet lain, dia pun diingatkan: Apakah manusia sudah cukup dalam menjaga bumi dengan segala isinya yang telah disediakan oleh Allah SWT untuk memenuhi kebutuhan seluruh makhluk ciptaan-Nya?